Saluran Pencernaan

Setiap jenis zat mempunyai tugas khusus bekerja atas satu jenis makanan dan tidak
mempunyai pengaruh terhadap jenis lain.
STRUKTUR PENCERNAAN
MULUT / ORIS
Mulut adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas 2 bagian yaitu:
ð Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang di antara gusi, gigi, bibir dan
pipi.
ð Bagian rongga mulüt/bagian dalam, yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang máksilaris, palatum dan mandibularis di sebelah belakang bersambung dengan faring.
Selaput lendir mulut ditutupi epitelium yang berlapis-lapis, di bawahnya terletak kelenjar-kelenjar halus yang mengeluarkan lendir, selaput ini kaya akan pembuluh darah dan juga memuat banyak ujung akhir saraf sensoris.
Bibir. Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan di sebelah dalam ditutupi oleh selaput
lendir (mukosa). Otot orbikulanis oris menutupi bibir. Levator anguli oris méngangkat
dan depresor anguli oris menekan ujung mulut.
1.Palatum, terdiri atas 2 bagian yaitu;
ð Palatum Durum (palatum keras) yang tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah depan tulang maksilaris dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum.
ð Palatum mole (palatum lunak) terletak dibelakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir.Gerakannya dikendalikan oleh ototnya sendiri, di sebelah kanan dan kiri dan tiang fauses terdapat saluran lendir menembus ke tonsil.
2.Pipi. Dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papila, otot yang
terdapat pada pipi adalah otot buksinator.
Di dalam rongga mulut terdapat:
1.Ge ligi, ada 2 (dua) macam;
a.Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak-anak umur 6—7 bulan. Lengkap pada
umur 2½ tahun jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu, terdiri dari 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus) dan 8 buah gigi geraham (molare).
b.Gigi tetap (gigi permanen) tumbuh pada umur 6—18 tahun jumlahnya 32 buah
terdiri dari; 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus), 8
buah gigi geraham (Molare) dan 12 buah gigi geraham (premolare).
Fungsi gigi terdiri dari: Gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring gunanya untuk
memutuskan makanan yang keras dan liat, dan gigi geraham guna nya untuk
mengunyah makanan yang sudah dipotong-potong.
2Lidah. Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot
lidah ini dapat digerakkan keseluruh arah.
Lidah dibagi atas 3 bagian;
a. Radiks lingua = pangkal lidah.
b. Dorsum lingua = puaggung lidah.
c. Apeks lingua = ujung lidah.
Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup jalan nafas pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan jangan masuk ke jalan nafas. Punggung lidah (dorsum lingua) terdapat puting-puting pengecap atau ujung saraf pengecap.
Frenulum lingua. Merupakan selaput lendir yang terdapat pada bagian bawah kira-kira
ditengah-tengah jika lidah digerakkan ke atas nampak selaput lendir.
Flika sublingua. Terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum lingua di sini terdapat pula
lipatan selaput lendir.
Pada pertengahan flika sub lingua ini terdapat saluran dan glaudula parotis, sub
maksilaris dan glandula sub lingualis.
Fungsi lidah yaitu: mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap
dan menelan, serta merasakan makanan. Kelenjar ludah merupakan; Kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama duktus wartoni dan duktus stensoni. Kelenjar ludah ini ada 2 yakni:
a. Kelenjar ludah bawah rahang (kelenjar submaksilaris), yang terdapat di bawah
tulang rahang atas pada bagian tengah.
b. Kelenjar ludah bawah lidah (kelenjar sublingualis) yang tendapat di sebeiah
depan di bawah lidah.
Di bawah kelenjar ludah bawah rahang dan kelenjar ludah bawah lidah di antara lipatan bawah lidah bagian bawah dari lidah disebut korunkula sub lingualis serta hasil sekresinya berupa kelenjar ludah (saliva).
Kelenjar ludah (saliva) dihasilkan di dalam rongga mulut. Di sekitar rongga mulut
terdapat 3 buali kelenjar ludah yaitu:
a. Kelenjar parotis. Letaknya di bawah depan dari telinga di antara prosesus mastoid kiri dan kanan os mandibular, duktusnya duktus stensoni. Duktus ini keluar dari glandula parotis menuju ke rongga mulut melalui pipi (muskulus buksinator).
b. Kelenjar sub maksilaris. Terletak di bawah rongga mulut bagian belakang, duktusnya bernama duktus wantoni, bermuara di rongga mulut dekat dengan frenulum lingua.
c. Kelenjar sub lingualis. Letaknya di bawah selaput lendir dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga mulut. Kelenjar ludah di sarafi oleh saraf-saraf tak sadar.
Otot lidah. Otot-otot ekstrinsik lidah berasal dari rahang bawah (M. Mandibularis, os
Hioid dan prosesus steloid) menyebar ke dalam lidah membentuk anyaman bengabung dengan otot intrinsik yang terdapat pada lidah. M. Genioglossus merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan tengah bagian dalam yang menyebar sampai ke radiks lingua.
FARING. Merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan
(osofagus) di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. Disini terletak persimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya di belakang rongga mulut dan rongga hidung, di depan ruas tulang belakang. Ke atas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang bernamakoana.
Keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang
disebut ismus fausium.
Tekak terdiri dari; Bagiansuperior = bagian yang sama tinggi dengan hidung, Bagian
media = bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior bagian yang sama
tinggi dengan faring
Bagian superior disebutnasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang
menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga. Bagian media disebut
orofaring, bagian ini berbatas ke depan sampai di akar lidah bagian superior disebut
faring, yaitu pangkal lidah yang menghubungkan tekak dengan tcnggorokkan (trakea).
Menelan (Deglutisio).
Jalan udara dan jalan makanan pada faring terjadi penyilangan. Jalan udara masuk ke bagian depan terus ke leher bagian depan sedangkan jalan makanan masuk ke belakang dari jalan nafas dan di depan dari ruas tulang belakang.
Makanan melewatiepi gl oti s lateral melalui ressus piriformis masuk keosofagus tanpa
membahayakan jalan udara.
Gerakan menelan mencegah masuknya makanan ke jalan udara, pada waktu yang sama jalan udara ditutup sementara. Permulaan menelan, otot mulut dan lidah kontraksi secara bersamaan.
OSOFAGUS.
Merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya sekitar 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam ke luar; Lapisan selaput lendir(mukosa), lapisan sub mukosa, lapisan otot melingkar sirkuler dan lapisan otot memanjang longitudinal. Osofagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan lambung.
GASTER (LAMBUNG).
Merupakan bagian dan saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan osofagus melalui orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma di. depan pankreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri.
Bagian lambung terdiri dari:
a.Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum
kardium dan biasanyanya penuh berisi gas.
GASTER (LAMBUNG).
Merupakan bagian dan saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan osofagus melalui orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma di. depan pankreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri.
Bagian lambung terdiri dari:
a.Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum
kardium dan biasanyanya penuh berisi gas.
b.Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardiun, suatu lekukan pada bagian bawah
kurvatura minor.
c.Antrum pilorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal
membentuk spinter pilorus.
d.Kurvatura minor, terdapat sebelah kanan lambung terbentang dari osteum
kardiak sampai ke pilorus.
e.Kurvatura mayor, lebih panjang dari kurvatura minor terbentang dari sisi kiri
osteum kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior. Ligamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.
f.Osteum kardiakum, merupakan tempat dimana osofagus bagian abdomen
masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.
Susunan lapisan dari dalam keluar, terdin dari:
ð Lapisan selaput lendir, apabila lambung ini dikosongkan, lapisan ini akan
berlipat-lipat yang disebut rugae.
ð Lapisan otot melingkar (muskulus aurikularis).
ð Lapisan otot miring (muskulus oblinqus).
ð Lapisan otot panjang (muskulus longitudinal).
ð Lapisan jaringan ikat/serosa (peritonium).
Hubungan antarapil orus terdapat spinter pilorus.
Fungsi lambung. terdiri dari:
1) Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh
peristaltik lambung dan getah lambung.
2) Getah cerna lambung yang dihasilkan;
ð Pepsin fungsinya, memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan
pepton).
ð Asam garam (HCl) fungsinya; Mengasamkan makanan, sebagai anti septik dan desinfektan, dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
ð Renin fungsinya, sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk
kasein dari kasinogen (kasinogen dan protein susu).
ð Lapisan lambung. Jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak
yang merangsang sekresi getah lambung.
Sekresi getah lambung mulai terjadi pada awal orang makan. bila melihat makanan dan mencium bau makanan maka sekresi lambung akan terangsang. Rasa makanan merangsang sekresi lambung karena kerja saraf sehingga menimbulkan rangsangan kimiawi yang nienyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung. Getah lambung dihalangi oleh sistem saraf simpatis yang dapat terjadi pada waktu gangguan emosi seperti marah dan rasa takut.

FARING. Merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan
(osofagus) di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. Disini terletak persimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya di belakang rongga mulut dan rongga hidung, di depan ruas tulang belakang. Ke atas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang bernamakoana.
Keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang
disebut ismus fausium.
Tekak terdiri dari; Bagiansuperior = bagian yang sama tinggi dengan hidung, Bagian
media = bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior bagian yang sama
tinggi dengan faring
Bagian superior disebutnasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang
menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga. Bagian media disebut
orofaring, bagian ini berbatas ke depan sampai di akar lidah bagian superior disebut
faring, yaitu pangkal lidah yang menghubungkan tekak dengan tcnggorokkan (trakea).
Menelan (Deglutisio).
Jalan udara dan jalan makanan pada faring terjadi penyilangan. Jalan udara masuk ke bagian depan terus ke leher bagian depan sedangkan jalan makanan masuk ke belakang dari jalan nafas dan di depan dari ruas tulang belakang.
Makanan melewatiepi gl oti s lateral melalui ressus piriformis masuk keosofagus tanpa
membahayakan jalan udara.
Gerakan menelan mencegah masuknya makanan ke jalan udara, pada waktu yang sama jalan udara ditutup sementara. Permulaan menelan, otot mulut dan lidah kontraksi secara bersamaan.
OSOFAGUS.
Merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya sekitar 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam ke luar; Lapisan selaput lendir(mukosa), lapisan sub mukosa, lapisan otot melingkar sirkuler dan lapisan otot memanjang longitudinal. Osofagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan lambung.
GASTER (LAMBUNG).
Merupakan bagian dan saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster, lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan osofagus melalui orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma di. depan pankreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri.
Bagian lambung terdiri dari:
a.Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum
kardium dan biasanyanya penuh berisi gas.
b.Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardiun, suatu lekukan pada bagian bawah
kurvatura minor.
c.Antrum pilorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal
membentuk spinter pilorus.
d.Kurvatura minor, terdapat sebelah kanan lambung terbentang dari osteum
kardiak sampai ke pilorus.
e.Kurvatura mayor, lebih panjang dari kurvatura minor terbentang dari sisi kiri
osteum kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior. Ligamentum gastro lienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.
f.Osteum kardiakum, merupakan tempat dimana osofagus bagian abdomen
masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.
Susunan lapisan dari dalam keluar, terdin dari:
ð Lapisan selaput lendir, apabila lambung ini dikosongkan, lapisan ini akan
berlipat-lipat yang disebut rugae.
ð Lapisan otot melingkar (muskulus aurikularis).
ð Lapisan otot miring (muskulus oblinqus).
ð Lapisan otot panjang (muskulus longitudinal).
ð Lapisan jaringan ikat/serosa (peritonium).
Hubungan antarapil orus terdapat spinter pilorus.
Fungsi lambung. terdiri dari:
1) Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh
peristaltik lambung dan getah lambung.
2) Getah cerna lambung yang dihasilkan;
ð Pepsin fungsinya, memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan
pepton).
ð Asam garam (HCl) fungsinya; Mengasamkan makanan, sebagai anti septik dan desinfektan, dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
ð Renin fungsinya, sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk
kasein dari kasinogen (kasinogen dan protein susu).
ð Lapisan lambung. Jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak
yang merangsang sekresi getah lambung.
Sekresi getah lambung mulai terjadi pada awal orang makan. bila melihat makanan dan mencium bau makanan maka sekresi lambung akan terangsang. Rasa makanan merangsang sekresi lambung karena kerja saraf sehingga menimbulkan rangsangan kimiawi yang nienyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung. Getah lambung dihalangi oleh sistem saraf simpatis yang dapat terjadi pada waktu gangguan emosi seperti marah dan rasa takut.

Janin – Embriologi

Pengertian Janin
Janin atau embryo adalah makhluk yang sedang dalam tingkat tumbuh dalam kandungan. Kandungan itu berada dalam tubuh induk atau diluar tubuh induk (dalam telur). Tumbuh adalah perubahan dari bentuk sederhana dan muda sampai bentuk yang komplek atau dewasa (Wildan yatim, 1990).
Sedangkan dalam Microsoft Encarta 2006 disebutkan bahwa janin merupakan suatu hewan bertulang belakang yang belum lahir pada suatu fase dimana semua ciri struktural orang dewasa sudah dapat dikenal, terutama keturunan manusia yang belum lahir setelah delapan minggu pertumbuhan.
Proses Pembentukan Janin
Spermatogenesis
Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone (Wildan yatim, 1990).
Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu :
1.Spermatocytogenesis
Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer.
Spermatogonia
Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.
Spermatosit Primer
Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.
2. Tahapan Meiois
Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II.
Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah, tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap.
3. Tahapan Spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum, maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan. Spermatozoa masak terdiri dari :
1.
1. Kepala (caput), tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya, tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum.
2. Leher (servix), menghubungkan kepala dengan badan.
3. Badan (corpus), bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas.
4. Ekor (cauda), berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius.
b. Oogenesis
Sel-Sel Kelamin Primordial
Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kira-kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial.
Folikel PrimordiaL
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.000. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.
Oosit Primer
Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n). Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.
Pembelahan Meiosis Pertama
Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama. Kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.
Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer, juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama, tetapi dengan bahan genetik yang polanya berbeda.
Oosit Sekunder
Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum). Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetik yang berbeda. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi. Ovum yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional.
Fertilisasi
Menurut Sri Sudarwati (1990) fertilisasi merupakan proses peleburan dua macam gamet sehingga terbentuk suatu individu baru dengan sifat genetic yang berasal dari kedua parentalnya. Sedangkan menurut Wildan Yatim (1990) fertilisasi merupakan masuknya spermatozoa kedalam ovum. Setelah spermatozoa masuk, ovum dapat tumbuh menjadi individu baru.
Spermatozoa yang mengelilingi ovum akan menghasilkan enzim hialuronidase, yaitu enzim yang memecah protoplasma pelindung ovum agar dapat menembus ovum dengan sedikit lebih mudah. Enzim tersebut merusak korona radiata dan memudahkan penembusan zona pellucida hanya untuk satu sperma saja. Badan dan ekor sperma terpisah dari kepala segera setelah masuk ke dalam ovum. Segera setelah kedua sel bersatu, kumparan kutub kedua dalam inti (nukleus) ovum mengalami pembelahan meiosis kedua dan mampu bersatu dengan inti sperma, sehingga terbentuk kromosom diploid (2n).
Gambar 1. Fertilisasi dan pembelahan (sumber, microsoft encharta)
Perkembangan Janin di Rahim
Pembelahan
Menurut yatim (1990:155) pada manusia pembelahan terjadi secara holobastik tidak teratur. Dimana bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan tidak sama dan tidak serentak pada berbagai daerah zigot. Awalnya zigot membelah menjadi 2 sel, kemudian terjadi tingkat 3 sel, kemudian tingkat 4 sel, diteruskan tingkat 5 sel, 6 sel, 7 sel, 8 sel, dan terus menerus hingga terbentuk balstomer yang terdiri dari 60-70 sel, berupa gumpalan massif yang disebut morula.
Pembelahan atau segmentasi terjadi setelah pembelahan. Zigot membelah berulang kali sampai terdiri dari berpuluh sel kecil yang disebut blastomer. Pembelahan itu bias meliputi seluruh bagian, bias pula hanya sebagian kecil zigot. Pembelahan ini terjadi secara mitosis. Bidang yang ditempuh oleh arah pembelahan ketika zigot mengalami mitosis terus-menerus menjadi banyak sel, disebut bidang pembelahan. Ada 4 macam bidang pembelahan yaitu meridian, vertical, ekuator dan latitudinal
Blastulasi dan Nidasi
Setelah sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus maka akan terbentuk rongga di tengah. Rongga ini makin lama makin besar dan berisi cairan. Embrio yang memiliki rongga disebut blastula, rongganya disebut blastocoel, proses pembentukan blastula disebut blastulasi.
Pembelahan hingga terbentuk blastula ini terjadi di oviduk dan berlangsung selama 5 hari. Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam uterus. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uteus. Kemudian, 6-7 hari setelah fertilisasi embryo akan mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya. Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium uterus disebut implantasi atau nidasi. Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari setelah fertilisasi (Yatim, 1990: 136)
Gastrulasi
Menurut Tenzer (2000:212) Setelah tahap blastula selesai dilanjutkan dengan tahap gastrulasi. Gastrula berlangsung pada hari ke 15. Tahap gastrula ini merupakan tahap atau stadium paling kritis bagi embryo. Pada gastrulasi terjadi perkembangan embryo yang dinamis karena terjadi perpindahan sel, perubahan bentuk sel dan pengorganisasian embryo dalam suatu sistem sumbu. Kumpulan sel yang semula terletak berjauhan, sekarang terletak cukup dekat untuk melakukan interkasi yang bersifat merangsang dalam pembentukan sistem organ-organ tbuh. Gastrulasi ini menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan endoderm di sebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ectoderm di sebelah luar.
Dalam proses gastrulasi disamping terus menerus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel, terjadi pula berbagai macam gerakan sel di dalam usaha mengatur dan menyusun sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu dari spesies yang bersangkutan.
Tubulasi
Tubulasi adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau disebut juga dengan pembumbungan. Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih ectoderm, mesoderm dan endoderm, menyusun diri sehingga berupa bumbung, berongga. Yang tidak mengalami pembumbungan yaitu notochord, tetapi masif. Mengiringi proses tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung ketiga lapis benih, yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat (organ) bentuk definitif. Ketika tubulasi ectoderm saraf berlangsung, terjadi pula differensiasi awal pada daerah-daerah bumbung itu, bagian depan tubuh menjadi encephalon (otak) dan bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung neural (saraf). Pada bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas bagian depan, tengah dan belakang. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi awal untuk menumbuhkan otot rangka, bagian dermis kulit dan jaringan pengikat lain, otot visera, rangka dan alat urogenitalia.
Organogenesis
Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8. Dengan berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus (Amy Tenzer,dkk, 2000)
Pada periode pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. Pada periode ini embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. Pada periode pertumbuhan akhir, penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri suatu individu. Pada periode ini embryo mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis kelamin, watak (karakter fisik dan psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap individu. Organogenesis pada bumbung-bumbung:
1. Bumbung epidermis
Menumbuhkan:
1.
1. Lapisan epidermis kulit, dengan derivatnya yang bertekstur (susunan kimia) tanduk: sisik, bulu, kuku, tanduk, cula, taji.
2. Kelenjar-kelenjar kulit: kelenjar minyak bulu, kelenjar peluh, kelenjar ludah, kelenjar lender, kelenjar air mata.
3. Lensa mata, alat telinga dalam, indra bau dan indra peraba.
4. Stomodeum menumbuhkan mulut, dengan derivatnya seperti lapisan email gigi, kelenjar ludah dan indra pengecap.
5. Proctodeum menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang menghasilkan bau tajam.
6. Lapisan enamel gigi.
2. Bumbung endoderm
1.
1. Lapisan epitel seluruh saluran pencernaan mulai faring sampai rectum.
2. Kelenjar-kelenjar pencernaan misalnya hepar, pancreas, serta kelenjar lender yang mengandung enzim dlam esophagus, gaster dan intestium.
3. Lapisan epitel paru atau insang.
4. Kloaka yang menjadi muara ketiga saluran: pembuangan (ureter), makanan (rectum), dan kelamin (ductus genitalis).
5. Lapisan epitel vagina, uretra, vesika urinaria dan kelenjar-kelenjarnya.
3.Bumbung neural (saraf)
1. Otak dan sumsum tulang belakang.
2. Saraf tepi otak dan punggung.
3. Bagian persyarafan indra, seperti mata, hidung dan kulit.
4. Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigment.
4.Bumbung mesoderm
1.
1. Otot:lurik, polos dan jantung.
2. Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan.
3. Gonad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya.
4. Ginjal dan ureter.
5. Lapisan otot dan jaringan pengikat (tunica muscularis, tunica adventitia, tunica musclarismucosa dan serosa) berbagai saluran dalam tubh, seperti pencernaan, kelamin, trakea, bronchi, dan pembuluh darah.
6. Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: plera, pericardium, peritoneum dan mesenterium.
7. Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati, pancreas, kelenjar buntu.
8. Lapisan dentin, cementum dan periodontum gigi, bersama pulpanya.
Pada minggu ke 5 embryo berukuran 8 mm. Pada saat ini otak berkembang sangat cepat sehingga kepala terlihat sangat besar. Pada minggu ke 6 embrio berukuran 13 mm. Kepala masih lebih besar daripada badan yang sudah mulai lurus, jari-jari mulai dibentuk. Pada minggu ke 7 embryo berukuran 18 mm, jari tangan dan kaki mulai dibentuk, badan mulai memanjang dan lurus, genetalia eksterna belum dapat dibedakan. Setelah tahap organogenesis selesai yaitu pada akhir minggu ke 8 maka embrio akan disebut janin atau fetus dengan ukuran 30 mm.
b. Tahap Perkembangan Fetus/Janin
Tahap perkembangan janin dimulai pada bulan ke 3 sampai ke 10.
Pada 6 bulan terakhir perkembangan manusia digunakan untuk meningkatkan ukuran dan mematangkan organ-organ yang dibentuk pada 3 bulan pertama.
Pada saat janin memasuki bulan ke 3, panjangnya 40 mm. Janin sudah mempunyai sistem organ seperti yang dipunyai oleh orang dewasa. Pada usia ini genitalnya belum dapat dibedakan antara jantan dan betina dan tampak seperti betina serta denyut jantung sudah dapat didengarkan.
Pada bulan ke 4 ukuran janin 56 mm. Kepala masih dominan dibandingkan bagian badan, genitalia eksternal nampak berbeda. Pada minggu ke 16 semua organ vital sudah terbentuk. Pembesaran uterus sudah dapat dirasakan oleh ibu.
Pada bulan ke 5 ukuran janin 112 mm, sedangkan akhir bulan ke 5 ukuran fetus mencapai 160 mm. Muka nampak seperti manusia dan rambut mulai nampak diseluruh tubuh (lanugo). Pada yang jantan testis mulai menempati tempat dimana ia akan turun ke dalam skrotum. Gerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu. Paru-paru sudah selesai dibentuk tapi belum berfungsi.
Pada bulan ke 6 ukuran tubuh sudah lebih proporsional tapi nampak kurus, organ internal sudah pada posisi normal.
Pada bulan ke 7 janin nampak kurus, keriput dan berwarna merah. Skrotum berkembang dan testis mulai turun untuk masuk ke skrotum, hal ini selesai pada bulan ke 9. system saraf berkembang sehingga cukup untuk mengatur pergerakan fetus, jika dilahirkan 10% dapat bertahan hidup.
Pada bulan ke 8 testis ada dalam skrotum dan tubuh mulai ditumbuhi lemak sehingga terlihat halus dan berisi. Berat badan mulai naik jika dilahirkan 70% dapat bertahan hidup.
Pada bulan ke 9, janin lebih banyak tertutup lemak (vernix caseosa). Kuku mulai nampak pada ujung jari tangan dan kaki.
Pada bulan ke 10, tubuh janin semakin besar maka ruang gerak menjadi berkurang dan lanugo mulai menghilang. Percabangn paru lengkap tapi tidak berfungsi sampai lahir. Induk mensuplai antibodi plasenta mulai regresi dan pembuluh darah palsenta juga mulai regresi.
Karakteristik Janin
Proses Terbentuknya janin laki-laki dan perempuan
Proses terbentuknya janin laki-laki dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad. Awalnya sel sperma yang berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ jantan dan yang X menjadi organ betina. Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. Proses deferensiasi menjadi testis dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk tubulus semineferus. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan intertistial bersama sel leydig. Sel leydig bersama dengan sel sertoli membentuk testosteron dan duktus muller tp duktus muller berdegenerasi akibat adanya faktor anti duktus muller, testosteron berdeferensiasi menjadi epididimis, vas deferent, vesikula seminlis dan duktus mesonefros. Karena ada enzim 5 alfareduktase testosteron berdeferensiasi menjadi dihidrotestosteron yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan bulbouretra. Selanjunya mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Kemudian testis turun ke pelvis terus menuju ke skrotum. Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat skrotum mkin lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis.
Sedangkan kromosom X yang telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer berdegenerasi membentuk medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah, epitel germinal menebal membentuk sel folikel yang berkembang menjadi folikel telur. Deferensiasi gonad jadi ovarium terjadi setelah beberapa hari defrensiasi testis. Di sini cortex tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. PGH dari placenta mendorong pertumbuhan sel induk menjadi oogonia, lalu berplorifrasi menjadi oosit primer. Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Saat gonad yang berdeferensiasi menjadi ovarium turun smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya menjadi melintang.
Penis dan klitoris awalnya pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm. Klitoris sebenarnya merupakan sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna. Pada laki-laki evagina ectoderm berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari cloaca.
Pengeluaran Bayi
Kelahiran bayi dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama, proses persiapan persalinan. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjutnya, tahap kedua adalah kelahiran bayi yang keluar dengan selamat. Tahap ketiga, pengeluaran plasenta. Tahap berikutnya adalah observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar.
Tahapan yang pertama adalah kontraksi. Ini biasanya fase paling lama. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm, juga disertai penipisan (effasi). Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu, tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. Setelah itu leher rahim akan semakin lebar.Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya, berlangsung sekitar 2-3 jam. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit, polanya lebih teratur dengan jarak 4-5 menit. Leher rahim membuka sampai 7 cm.
Secara umum dan normal, pembukaan leher rahim akan terus meningkat dengan kontraksi yang makin kuat. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1,5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat, sehingga ibu merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda.
Pembukaan leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat, sekitar 15 menit sampai 1 jam. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian bawah punggung. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin.
Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya dorong ibu.
Pengeluaran plasenta
Rasa lelah ibu adalah hal yang tersisa ketika bayi sudah keluar, tapi tugas belum berakhir. Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan.
Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. Ibu hanya tinggal mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. Hanya saja tenaga yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi. Apabila plasenta telah keluar, akan segera dijahit robekan atau episiotomi sehingga kembali seperti semula.

Rujukan:
Corebima, AD. 1997. Genetika Kelamin. Surabaya: Airlangga University Press
Hamilton, W.J dkk. 1957. Human Embryology. Cambridge: W. Heffer % Sans Limited.
Moore, Keith L. 1988. The Developing Human. Canada: W.B Saunders Company.
Sudarwati, Sri.dkk. 1990. Dasar-Dasar Struktur dan Perkembangan Hewan. Bandung: Penerbit ITB
Tenzer, A dkk. 2001. Petunjuk Praktikum Perkembangan Hewan. Malang: JICA UM Malang.

Embriologi Sistem Peredaran Darah

Vessel and Blood Specification Override Cardiac Potential in Anterior Mesoderm

RINGKASAN
Organ progenitor timbul dalam bidang organ, wilayah embrio yang lebih besar dari daerah asal terbantuknya diperlukan pembentukan jantung. Di sini, kita mengidentifikasi mekanisme peredaran darah dalam pembatasan ukuran jantung melalui proses perkembangan bidang jantung. Jantung progenitor dalam ekspresi hand2 pada lapisan embrional mesoderm menunjukkan bahwa potensi hand2 berdiferensiasi dengan jantung di daerah ini. Di luar batas rostral dari ekspresi hand2, ditemukan dari pembuluh darah progenitor. ketidaksempurnaan embrio pada pembuluh darah menyebabkan mesoderm rostral mengalami transformasi dan menghasilkan kardiomiosit ektopik. Oleh karena itu, induksi spesifikasi pembuluh darah digunakan sebagai spesifikasi jantung serta pembatasan ruang jantung. Hubungan regulasi antara jalur kardiovaskular menunjukkan cara baru untuk diferensiasi sel progenitor . Untuk mengidentifikasi mekanisme yang membatasi spesifikasi jantung di dalam ruang jantung menggunakan peta nasib ALPM zebrafish, sehingga ditetapkan batas-batas Hfr zebrafish yang sesuai dengan batas-batas ekspresi hand2. Mesoderm luar batas rostral dari ekspresi hand2 biasanya menimbulkan garis keturunan pembuluh darah.

PENDAHULUAN
Produksi jumlah sel progenitor mempengaruhi organogenesis, Menurut (Huxley dan Beer De, 1934; Jacobson dan Sater, 1988):
1. Kekurangan dari organ progenitor yaitu membatasi ukuran organ dan kapasitas fungsional
2. Kelebihan dari organ progenitor yaitu dapat menyebabkan pembesaran organ dan ketidakfungsian. Organ progenitor diperkirakan timbul dalam bidang”organ,”wilayah embrio yang memiliki potensi pembangunan yang tepat namun biasanya lebih besar dari daerah untuk berkontribusi organ. Oleh karena itu, kuantitas nenek moyang mungkin dikendalikan oleh pembentukan batas-batas ruang dengan bertahap untuk memperbaiki potensi ruang. Namun demikian, pengaturan proses ini belum dipahami dengan baik.
• Menurut (Laflamme dan Murry, 2005; Laake van et al, 2006.) yaitu Terapi selular bertujuan meregenerasi otot jantung
• Menurut (Harvey, 2002; Yutzey dan Kirby, 2002) yaitu Studi pemetaan Nasib telah menunjukkan bahwa jantung prgenitor berada dalam bilateral daerah bentuk jantung (HFRs) dari plat mesoderm lateral anterior (ALPM)
• Menurut (Raffin et al, 2000;.. Serbedzija et al, 1998) yaitu HFRs adalah sumber utama dari kardiomiosit yang membentuk tabung jantung awal. Dalam Xenopus dan zebrafish, HFRs adalah sumber mesodermal dari kardiomiosit
• Menurut (Buckingham et al, 2005;. Kelly et al, 2001;. Mjaatvedt et al, 2001.; Waldo et al, 2001; Cai et al, 2003;.. Zaffran et al, 2004) yaitu Embrio Ayam dan tikus mengandung kedua sumber kardiomiosit yang terpisah di dalam mesodermal . Daerah kedua, atau anterior, ruang jantung, menyebabkan terbentuknya miokardium ke arah arteri dan kutub vena pada jantung , termasuk menyebabkan terbentuknya saluran keluar, ventrikel kanan, dan atrium
• Menurut (Sater dan Jacobson, 1990; Raffin et al, 2000;. Garriock dan Drysdale, 2003) yaitu Pada katak dan ikan, ALPM di sekitar HFRs muncul untuk menunjukkan luasnya potensi perkembangan yang diharapkan dari bidang organ. Dalam Xenopus, jaringan yang punah dari bagian lateral ALPM dapat menghasilkan kardiomiosit secara in vitro, meskipun ini merupakan daerah tertentu tetapi biasanya tidak menghasilkan kardiomiosit in vivo.
• Menurut (Goldstein dan Fishman, 1998) yaitu Dalam zebrafish, penghapusan notochord bagian anterior memungkinkan spesifikasi jantung di ALPM hanya untuk ekor HFRs
• Menurut (Serbedzija et al, 1998.) yaitu Penelitian ini menunjukkan bahwa potensi kardiogenik dari ALPM meluas di luar batas-batas HFRs asli.
• Menurut (Keegan et al., 2005; Collop et al., 2006): Sinyal asam retinoat muncul untuk membatasi spesifikasi jantung progenitor selama tahap-tahap gastrulasi pada zebrafish dan Xenopus
• Menurut Osmond et al, 1991;. Yutzey et al,. 1994; Drysdale et al, 1997) : Untuk menghambat diferensiasi kardiomiosit dalam ALPM di Xenopus dan chick

PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mutasi, Morpholinos, dan Suntikan RNA
Untuk menghasilkan embrio mutan, dengan cara menyilangkan individu yang mempunyai sifat heterozigot untuk mendapatkan mutasi hans6 (Yelon et al, 2000.), clos5 (Field et al., 2003), dan closk4. Alel closk4 diisolasi sebagai mutasi spontan pada zebrafish ; mutan closk4 secara fenotip tampak identik dengan mutan clos5. Semua MOS yang digunakan dalam penelitian yang sebelumnya terbukti cukup efektif dan spesifik (Juarez et al, 2005.; Sumanas dan Lin, 2006). Untuk menurunkan kadar SCL, dengan menyuntikan 12,5 ng dari campuran 02:03 dari E2I2 dan MOS anti-SCL E3I3 (Juarezet al, 2005). Untuk menurunkan etsrp, dengan menyuntikkan 12 ng dari campuran 1:1 anti-etsrp MO1 dan MO2 (Sumanas dan Lin, 2006). Untuk mendapatkan anti-SCL + etsrp MOS, dengan cara menyuntikkan 12 ng dari kombinasi 1:1 dari campuran yang diuraikan di atas. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa plasmid yang berperan dalam mensintesis SCL dan etsrp RNA (Dooley et al, 2005;. Pham et al, 2007.). Embrio yang disuntik dengan kombinasi 40-50 ng RNA SCL dan 4-8 ng dari etsrp RNA; menghasilkan variabel dan fenotipe mosaik tapi mencegah toksisitas dan malformasi berat.

2. Hibridisasi in situ
Sepasang riboprobes, riboprobes pertama berlabel digoksigenin (DIG) dan lainnya berlabel dinitrophenol (DNP). DNP disintesis sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya (Long dan Rebagliati, 2002) menggunakan Label DNP- Ini kit (Mirus). DNP digunakan untuk memperluas inkubasi sampai 2,5 jam dengan menggunakan 1,5 ml pelabelan pereaksi per mg
RNA. Setelah melakuakn hibridisasi, pencucian, dan penyegelan, embrio diinkubasi semalaman pada suhu 4oC dengan menggunakan anti-DNP anti-DNP Fab fragments hasil konjugasi dari peroxidase (HRP) tanaman lobak (PerkinElmer; 1:400 dilusi). Embrio kemudian diinkubasi dengan tyramide DNP (PerkinElmer; 1:25 pengenceran, 30 menit pada suhu ruang) untuk memperkuat deposisi DNP. Selanjutnya, digunakan kondisi yang kuat untuk memastikan pelepasan HRP. Embrio dicuci dalam PBT (PBS, 0,1%-Tween 20) yang mengandung 3% peroksida (empat kali, 15 menit per cuci), kemudian glisin 0,1 M (PH 2.2) dengan 0,1% Tween-20 (empat kali, 15 menit per cuci). Akhirnya, embrio dicuci di PBT, disegel, dan diinkubasi semalam pada 4oC dengan fragmen Fab anti-DIG konjugasi HRP (Roche; 1:400 dilusi). Embrio kemudian diinkubasi dengan fluorescein (FLU) tyramide (PerkinElmer), diikuti dengan penghilangan HRP, seperti di atas. Selanjutnya, dilakukan putaran kedua deposisi tyramide. Embrio pertama kali diinkubasi dengan fragmen Fab anti DNP HRP-terkonjugasi, inkubasi followedby dengan tyramide Cy3 (PerkinElmer; 1:25 pengenceran, 30 menit pada suhu ruang). Setelah penghapusan kegiatan HRP, embrio diinkubasi dengan fragmen Fab anti-FLU HRP-terkonjugasi, diikuti dengan inkubasi dengan tyramide FLU. Setelah set akhir mencuci PBT, embrio disimpan dalam larutan Antifade SlowFade Invitrogen).

3. Photoactivation Flourescent di ALPM
Dekstran fluorescein disimpan, disiapkan dan disuntikkan seperti sebelumnya dijelaskan (Keegan et al, 2004.), dengan pengecualian yang disuntikkan langsung ke dalam sel embrio yang baru dibuahi. Ketika embrio telah disuntikkan mencapai tahap somite 6-9, daerah embri yang berada di daerah dorsal dimasukkan ke dalam agarose2% dan diisi dengan air embrio.
flourescent adalah foto yang diaktifkan di dalam kelompok 10-15 sel ALPM oleh paparan gelombang 1s dari laser 375 nm nitrogen berdenyut (Micropoint Laser System, Instrumen Foton). Sinar laser difokuskan dengan tujuan melalui pencelupan 403 air pada mikroskop Axioplan Zeiss 2 yang dilengkapi dengan kamera pendingin CCD (Pentamax) dan jendela otomatis (Uniblitz). Untuk label ALPM lateral, kami menghindari pelabelan sel yang terletak lebih dari empat lebar sel dari tepi lateral ALPM. Untuk label ALPM medial, kita berlabel sel yang paling sedikit empatsel lebar interior ke tepi lateral ALPM tersebut.

4. Deteksi flourescent dan Pemberian Nilai Sel yang Dilabeli
Pelabelan embrio terpusat pada tahap yang diinginkan: (Angka 2E, 2F, 2H, dan 2I), pada 30 HPF (Angka 4G dan 4H), atau di 44 HPF (Angka 2j-2L dan 5L). Mutan Clo ditentukan pada 44 Hpf, yang merupakan tahap standar laboratorium untuk menilai sel yang telah diberi label(Keegan et al, 2004.). Namun, mutan han tetap ditentukan pada 30 HPF, sebagai mutan miokardium, han tetap berada di bawah otak belakang pada 44 HPF dan karena itu dikaburkan oleh pigmentasi. Data tipe-Wild merupakan kombinasi dari embrio
tetap pada 30 dan 44 HPF. Setelah difiksasi, embrio diproses oleh hibridisasi in situ
untuk membuat counterstain untuk mendeteksi fluorescein. Untuk embrio tetap pada
30 dan 44 HPF, ekpresi cmlc2 divisualisasikan sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya
(Keegan et al, 2004.) dengan menggunakan substrat 5-bromo-6-kloro-3-indolyl fosfat (phos magenta, B-5667, Sigma). Sel berlabel dengan fluorescein kemudian dideteksi oleh imunohistokimia untuk kontribusi jaringan berdasarkan lokasi, morfologi, dan counterstaining, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya (Keegan et al, 2004.). Dalam fakta tertentu, kami menggunakan kriteria morfologis untuk membedakan miokardium
sel, yang berbentuk relatif bulat dan cenderung berorientasi disekitar jantung, dari sel-sel endocardial, yang relatif memanjang dan cenderung longitudinal. Selain itu, kami menilai daerah sel berlabel relatif terhadap counterstain miokardium. Jumlah progeni berlabel terdeteksi bervariasi antara embrio individu. Kontribusi untuk kantong faring berkisar antara 5 dan 50 sel dan kontribusi untuk miokardium atau endocardium berkisar antara 1 dan 30 sel. Untuk embrio tetap setelah berlabel, kami menggunakan dua-warna
fluorescent pada teknik hibridisasi in situ untuk counterstain untuk ALPM spidol (SCL atau nkx2.5) dan untuk mendeteksi keberadaan fluorescein bebas. Secara singkat, DIG riboprobe terdeteksi dengan fragmen Fab anti-DIG HRP-terkonjugasi, diinkubasi dengan tyramide DNP, dan kedua deposisi tyramide dengan fragmen Fab anti-DNP HRP-terkonjugasi dan tyramide Cy3. Kemudian, fluorescein yang beabs terdeteksi dengan anti-FLU HRP terkonjugasi Fab fragmen dan reaksi tyramide FLU, dengan opsional putaran kedua endapan tyramide.

5. Menghitung kardiomiosit
Untuk menghitung kardiomiosit, denggan menggunakan transgenic Tg (cmlc2: DsRed2-Nu (Mably et al, 2003).Embrio transgenik menggunakan standar immunofluorescence
protokol (Alexander et al, 1998.), antibodi utama S46 (anti-AMHC; 1:20; Studi Pembangunan hibridoma Bank) dan anti-DsRed (1:4000; Clontech), dan antibodi kedua yaitu dari kambing anti- tikus IgG1 FITC (1:100; Selatan Bioteknologi Associates) dan keledai anti-kelinci Alexa 594 (1:1000; Invitrogen). Kemudian dihitung inti merah fluorescent pada setiap ruang jantung.

6. Mengambil gambar
Fluorescent dalam gambar hibridisasi in situ ditangkap dengan Zeiss LSM mikroskop 510 confocal dan diproses dengan Zeiss LSM 510 dan Adobe Photoshop 7 perangkat lunak. Penangkapan DIC dan gambar FITC embrio hidup yang dikendalikan oleh perangkat lunak Sistem metamorf Imaging (v6.1r3, Universal Imaging). Semua embrio lain difoto
dengan Zeiss M2Bio dan mikroskop Axioplan dilengkapi dengan Zeiss Axiocam kamera digital, gambar diproses dengan Zeiss AxioVision (v3.0.6) dan Adobe Photoshop 7 perangkat lunak.

HASIL
1. Pola ekspresi gen membagi menjadi tiga wilayah ALPM.
Untuk menyelidiki mekanisme yang membatasi ruang jantung pada zebrafish, pertama menentukan dimensi Hfr terhadap pola ekspresi gen di ALPM zebrafish. Kami memilih untuk memeriksa ekspresi sekelompok gen faktor transkripsi pada tahap somite 6-9 Pada tahap ini, ALPM muncul sebagai strip bilateral yang bermigrasi sepanjang tepi lateral dari sumbu anterior-posterior embrio. Sedikit gen yang diambil (misalnya gata4, gata5, dan tbx20).
Kardiomiosit ektopik timbul dari ALPM rostral di mutan Clo. Meskipun Hand2 tampaknya tidak berpengaruh pada spesifikasi jantung, ekspresi hand2 menjadi penanda yang berguna menentukan lokasi Hfr tersebut. Hipotesis kami menyatakan bahwa gen penting untuk membatasi potensi perkembangan jantung yang akan mengatur tingkat ekspresi hand2. Karena itu kami melanjutkan untuk menganalisis ekspresi hand2 dalam kumpulan ikan zebra mutan yang mengalami cacat jantung dan kami menemukan bahwa mutasi pada lokus (Clo) memiliki efek yang terlihat. Secara khusus, kami menemukan bahwa ekspresi hand2 dalam mutan Clo melampaui batas normal dan menunjukkan ekspresi yang kuat di seluruh ALPM rostral. Gen Clo diperlukan untuk spesifikasi garis keturunan endotel dan hematopoietic. Hal ini mungkin mencerminkan peran penting dari sinyal endocardial-miokard selama pematangan ruang ventrikel dan pertumbuhan, setelah bumbung jantung terbentuk. Secara keseluruhan, data peta nasib jelas menunjukkan suatu transformasi nasib dalam ALPM rostral mutan Clo bukan memproduksi progenitor garis keturunan endotel dan hematopoietik, wilayah ini menghasilkan progenitor miokardial ektopik. Oleh karena itu, Clo bertindak sebagai represor spesifikasi jantung di ALPM rostral.
SCL dan Etsrp merupakan komponen penting dari program rostral spesifikasi vasculogenic dan myelopoietic. Selain itu, overekspresi ini dapat menginduksi ekspresi gen ektopik pembuluh dan darah lebih lanjut, overekspresi SCL bersama-sama dengan lmo2 menginduksi luas, pembuluh ektopik dan spesifikasi darah dengan mengorbankan mesodermal lain tipe sel, termasuk miokardium. Untuk menentukan apakah SCL dan etsrp diperlukan untuk menekan cardiogenesis, sebelumnya kita gunakan anti-SCL dan morpholinos anti-etsrp (MOS) untuk merobohkan fungsi gen. Embrio disuntik dengan anti-SCL atau MOS anti-etsrp ditampilkan ekspresi lemah hand2 di ALPM rostral. Injeksi kedua SCL-anti dan MOS anti-etsrp (selanjutnya disebut sebagai MOS anti-SCL + etsrp).

2. Zebrafish Hfr Memperpanjang seluruh Medial dan lateral
Hfr zebrafish meluas di ALPM medial dan lateral, dengan sedikit bantuan atau tidak ada dari ALPM rostral. Dari medial percobaan ALPM menghasilkan keturunan miokard, 96% dari embrio berlabel kardiomiosit di ventrikel, sedangkan hanya 38% dari embrio dipameberlabel kardiomiosit di atrium (Gambar 3C; Tabel 1). Penggabungan antara peta nasib dengan data ekspresi gen, disimpulkan bahwa Hfr yang sesuai dengan batas-batas ekspresi hand2. Walaupun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekspresi nkx2.5 menandai zebrafish yang HFRs (Serbedzijaet al., 1998), domain yang lebih besar hand2 ekspresi lebih akurat mencerminkan dimensi Hfr dan termasuk atrium nenek moyang selama tahap somite 6-9. kemudian tahap nkx2.5 dinyatakan dalam kedua ventrikel dan miokardium atrium (Yelon et al., 1999).

KESIMPULAN
Untuk mengidentifikasi mekanisme yang membatasi spesifikasi jantung di dalam ruang jantung menggunakan peta nasib ALPM zebrafish, sehingga ditetapkan batas-batas Hfr zebrafish yang sesuai dengan hand2 batas-batas ekspresi dengan menggunakan berbagai metode diantaranya adalah Mutasi, Morpholinos, dan Suntikan RNA ; Hibridisasi in situ ; Photoactivation Flourescent di ALPM ; Menghitung kardiomiosit ; Mengambil gambar. Diperoleh hasil yaitu ALPM dibagi menjadi tiga wilayah oleh ekspresi gen dan peta Zebrafish ini memperpanjang seluruh wilayah Medial dan Lateral. Dengan peralatan yang cukup canggih seperti yang dipaparkan pada jurnal tersebut, maka berbagai ekspresi gen dapat terlihat aktifitasnya sehingga mereka dapat mengetahui mekanisme pembatasan ruang jantung oleh sel pengarah (progenitor) dengan berbagai reaksi atau perlakuan yang diberikan.

SARAN
a. Dari penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam transplantasi jantung di bidang kedokteran atau medis.
b. Pada penelitian selanjutnya dapat meneliti pada aspek lainnya tidak hanya tertuju pada ekpresi gen yang membentuk ruang-ruang jantung.

bisnis di internet | internet marketing

informasi,cara dapat uang,cara bisnis online,bisnis di internet,science,ilmu alam,biologi,teknologi,dunia,global warming,lingkungan,tips,trik,rahasia,uang panas,mesin uang tercepat

bisnis di interner | internet marketing

informasi,cara dapat uang,cara bisnis online,bisnis di internet,science,ilmu alam,biologi,teknologi,dunia,global warming,lingkungan,tips,trik,rahasia,uang panas,mesin uang tercepat

bisnis di interner | internet marketing

informasi,cara dapat uang,cara bisnis online,bisnis di internet,science,ilmu alam,biologi,teknologi,dunia,global warming,lingkungan,tips,trik,rahasia,uang panas,mesin uang tercepat

DUNIA MAYA DUNIA PENUH FANTASI
Dunia maya adalah penuh fantasi, layak khayalan yang dapat kita jangkau dimana-mana. Dunia maya atau dunia digital atau dunia internet yang dapat membawa kita mengarungi dunia dengan sebuah akses data yang dapat kita lakukan dimana saja dan kapan saja. Karena mudahnya itu, setiap harinya meningkat. Internet membawa pengaruh positif dan pengaruh negatif tergantung kita sebagai konsumen harus pandai-pandai memilih mana yang seharusnya dilihat dan tidak. Dengan berinternet kita dapat mempunyai teman dari segala penjuru dunia sehingga pengetahuan dan wawasan kita semakin bertambah. Dan yang paling disenangi di kalangan masyarakat adalah mendapatkan profit income yang lumayan besar. Inilah penyebab bertambahnya peminat internet di dunia. Bisnis apapun dapat dijalankan dengan mudah. Asal kita punya niat, semangat dan dana. Biasanya dana untuk melakukan itu tidak terlalu besar. Sehingga hal ini sangat menguntungkan kita. Memang dunia maya sangat indah, hingga aku pernah berhubungan dengan seseorang via internet. Namun itu hanya singkat, menurutku dunia nyatalah lebih indah dan realita. Chatting : tempat komunikasi via internet. Hobby satu ini sangat kusuka hingga aku lupa segalanya. Lupa belajar, makan, waktu, dll. Hingga aku sempat down ! Ini sebagian dampak buruk yang pernah kurasakan. Hmmm, kalo kamu gimana? Critain donk pengetahuanmu seputar dunia maya ini. . . Komentarmu sangat penting banget.